FintalkUpdate News

Investasi Emas Digital Bikin Geger di China, Seberapa Aman Skema Serupa di Indonesia?

Kasus gagal bayar investasi emas digital di China menjadi peringatan global, sekaligus memunculkan pertanyaan besar tentang keamanan skema serupa yang kini juga populer di Indonesia.

Investasi emas digital kian diminati karena dianggap praktis, mudah diakses lewat aplikasi, dan terjangkau bagi generasi muda. Namun di balik kemudahannya, kasus gagal bayar emas digital yang terjadi di China menjadi alarm serius bagi investor di berbagai negara: ribuan orang dilaporkan kesulitan menarik dana setelah platform emas digital mengalami masalah likuiditas dan pengelolaan aset yang buruk.

Risiko serupa juga digarisbawahi oleh para pengamat investasi di negara lain. Menurut Aditya Agarwal, co-founder platform investasi Wealthy.in, standar perlindungan investor digital gold sangat berbeda dengan instrumen keuangan yang diawasi otoritas pasar modal. “When a product lies outside regulatory framework, its standard safeguards and investor protection mechanisms don’t apply,” kata Agarwal, mengingatkan investor untuk memeriksa kredibilitas dan transparansi platform sebelum menaruh uangnya di emas digital.

Perbedaan utama antara emas digital dan emas fisik atau instrumen terdafar adalah regulasi. Di banyak negara, termasuk India, regulator seperti Securities Exchange Board of India (SEBI) menegaskan bahwa produk emas digital tidak berada dalam ruang lingkup pengawasan resmi, sehingga perlindungan hukum jika terjadi default atau penipuan sangat terbatas.

Di Indonesia sendiri, tren investasi emas digital juga menunjukkan pertumbuhan signifikan — perdagangan emas fisik digital melalui Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) mencapai nilai transaksi Rp115,6 triliun sepanjang 2025, melonjak lebih dari 100% dibanding tahun sebelumnya. Menurut Yoyok Prasetyo, pengamat ekonomi dan investasi dari Universitas Islam Nusantara Bandung, peningkatan ini menandakan minat masyarakat yang kuat terhadap logam mulia sebagai bagian dari portofolio investasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Read More  Ini Dia Tablet Flagship Serbaguna untuk Profesional dan Kreator Dinamis

Para ahli menekankan bahwa investasi emas digital bisa aman bila dilakukan melalui platform yang jelas regulasinya dan menjamin cadangan emas fisik secara transparan. Investor dianjurkan memeriksa apakah penyimpanan emas di-back up oleh lembaga terdaftar, audit independen, dan mekanisme pencairan yang pasti.

Namun, para analis juga mengingatkan bahwa imbal hasil yang tinggi atau janji keuntungan cepat — terutama pada skema yang tidak diawasi — sering kali merupakan pertanda risiko tinggi. Instrumen investasi yang aman biasanya memiliki tata kelola yang jelas, pengawasan regulator, dan transparansi penuh antara penyedia layanan dan investor.

Kasus di China menjadi cermin penting bahwa digitalisasi investasi bukan jaminan keamanan. Tanpa pengawasan ketat dan literasi keuangan yang memadai, investor dapat mengalami kerugian meskipun investasi terlihat mudah dan modern. Di Indonesia, karena ada pengawasan dari otoritas terkait, investasi emas digital dinilai relatif lebih aman kalau dilakukan dengan platform resmi dan disertai kehati-hatian investor.

Back to top button